Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Mempunyai Misi Mewujudkan kondisi tempat belajar yang kondusif. Melaksanakan Pembelajaran berkarakter.

Sabtu, 24 Oktober 2026 10:40:05 Wib

Bukan Sekadar Cuci Tangan, Bangun Budaya Hidup Sehat di Kalangan Pelajar

BENGKALIS- Kebiasaan hidup sehat tidak terbentuk dalam sehari. Ia tumbuh dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memilih makanan bergizi, rajin berolahraga, hingga menjaga kebersihan lingkungan.

Kebiasaan inilah yang ingin ditanamkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis kepada generasi muda sejak bangku sekolah dasar.

Melalui kegiatan Kampanye dan Penggerakan Masyarakat dalam rangka Peningkatan Perilaku Hidup Sehat, sekitar 250 pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 50 Bengkalis, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis mengikuti edukasi kesehatan pada Sabtu (24/10/26).

Kegiatan yang menghadirkan petugas kesehatan dari Puskesmas Bengkalis tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran anak-anak agar menjadikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai kebiasaan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ermanto, S.K.M, M.K.M, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Yessica Vebrina, S.K.M, M.K.M didampingi Ketua Pelaksana Agustina, S.K.M, M.K.M menegaskan, bahwa kesehatan merupakan modal utama bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-cita.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih dan sehat dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman, meningkatkan semangat siswa, sekaligus membantu mencegah berbagai penyakit.

“PHBS bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua, mulai dari siswa, guru, hingga seluruh warga sekolah,” ungkap Yessica.

Yessica mengajak para siswa memulai pola hidup sehat dari kebiasaan sederhana yang dekat dengan aktivitas mereka setiap hari.

Di antaranya, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi makanan dan minuman sehat, menggunakan jamban yang bersih, berolahraga secara teratur, serta ikut memberantas jentik nyamuk di lingkungan sekitar.

Kebiasaan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, menjaga kesehatan bukan sekadar memahami teori, melainkan membiasakan diri menerapkan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain kebiasaan bersih dan sehat di lingkungan sekolah, kampanye ini juga memperkenalkan pola hidup sehat secara lebih luas, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik, tidak merokok, menghindari minuman beralkohol, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, serta mempertahankan kebersihan lingkungan.

Pesan-pesan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.

“Mulailah dari diri sendiri, jaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah, serta ajak teman-teman untuk melakukan hal yang sama,” menjadi ajakan kepada seluruh siswa agar PHBS tidak berhenti sebatas kegiatan kampanye.

Kepala SDN 50 Bengkalis, Rio Felano, S.Pd, SD, M.Pd, menyambut baik dipilihnya sekolah yang dipimpinnya sebagai lokasi pelaksanaan kampanye tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis atas perhatian serta kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk memperoleh edukasi tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

Rio berharap materi dan pesan kesehatan yang disampaikan melalui kegiatan tersebut dapat dipahami dan diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, kampanye seperti ini menjadi kesempatan berharga bagi sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter, terutama dalam membangun kedisiplinan, kepedulian terhadap kebersihan, dan tanggung jawab menjaga kesehatan diri maupun lingkungan.

Dengan keterlibatan tenaga kesehatan, pihak sekolah, guru, dan siswa, upaya membangun lingkungan pendidikan yang sehat diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Pada akhirnya, keberhasilan kampanye PHBS tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dari perubahan perilaku yang tumbuh setelahnya. Ketika mencuci tangan menjadi kebiasaan, sampah dibuang pada tempatnya, makanan sehat menjadi pilihan, dan lingkungan sekolah dijaga bersama, nilai-nilai kesehatan akan melekat dalam keseharian anak-anak.

Dengan semangat “Sekolah Bersih, Siswa Sehat, Belajar Lebih Nyaman,” bersama-sama wujudkan sekolah yang bersih, sehat, dan menyenangkan bagi semua.***
Publikasi

Berita Lainnya