Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Mempunyai Misi Mewujudkan kondisi tempat belajar yang kondusif. Melaksanakan Pembelajaran berkarakter.

Kamis, 06 Agustus 2026 7:56:26 Wib

Tekan Kasus DBD, Warga Diminta Waspadai Nyamuk Saat Musim Pancaroba

KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) di Kabupaten Bengkalis masih menjadi perhatian serius. Hingga akhir Juli 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis mencatat sebanyak 592 kasus DBD terjadi di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Ermanto, SKM, MKM melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Irawadi, SKM, MPH mengatakan lonjakan kasus terjadi dalam beberapa bulan terakhir, dengan puncaknya pada Juni 2026 yang mencapai 173 kasus.

"Total kasus DBD dari Januari hingga Juli sudah mencapai 592 kasus. Kasus tertinggi terjadi pada Juni dengan 173 kasus," ujar Irawadi pekan lalu.

Ia menjelaskan, tren peningkatan mulai terlihat sejak April dengan 91 kasus, kemudian naik menjadi 113 kasus pada Mei, sebelum mencapai puncaknya pada Juni. Memasuki Juli, jumlah kasus mulai menurun menjadi 67 kasus.

Menurut Irawadi, tingginya curah hujan dan kondisi cuaca yang tidak menentu selama musim pancaroba menjadi faktor utama meningkatnya populasi nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan penyebab penularan DBD.

"Kondisi cuaca yang bergantian antara hujan dan panas menyebabkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Ini yang perlu diwaspadai bersama," jelasnya.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk, terutama dengan menutup rapat tempat penampungan air hujan yang banyak digunakan warga Bengkalis untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, masyarakat juga diminta membersihkan atau membuang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

"Kami mengajak masyarakat menutup rapat penampungan air dan membersihkan lingkungan secara rutin. Langkah sederhana ini sangat efektif untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk DBD," katanya.

Irawadi menegaskan, keberhasilan menekan kasus DBD sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Upaya pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri dinilai menjadi kunci utama mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis terus melakukan berbagai langkah pengendalian, di antaranya fogging di lingkungan yang ditemukan kasus DBD serta pembagian bubuk abate kepada warga sebagai upaya membasmi jentik nyamuk.

Dinas Kesehatan berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menekan angka kasus DBD sehingga tidak kembali mengalami lonjakan pada bulan-bulan mendatang.***
Publikasi

Berita Lainnya