Kabut Asap Karhutla, Masyarakat Diminta Kurangi Aktifitas Luar Rumah
BENGKALIS– Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis mulai berdampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Dalam tiga hari terakhir, jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan mengalami peningkatan.Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, pada 26 Agustus 2026 tercatat sebanyak 51 kasus ISPA. Jumlah tersebut meningkat menjadi 63 kasus pada 27 Agustus 2026 dan kembali bertambah menjadi 76 kasus pada 28 Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, SKM, MPH mengatakan, peningkatan kasus ISPA dalam beberapa hari terakhir memang terjadi, namun belum tergolong signifikan.
“Kasus seperti ISPA memang mengalami kenaikan, tetapi tidak signifikan dalam tiga hari ini. Namun demikian, masyarakat diharapkan tetap menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar rumah dan memperbanyak minum air putih agar iritasi bisa segera berkurang,” ujar Irawadi, Jumat (28/8/26).
Ia menjelaskan, kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penderita penyakit tertentu.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih terjadi. Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai serta tetap menjaga asupan cairan tubuh.
“Yang terpenting adalah menjaga kondisi tubuh dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan atau gangguan pernapasan yang semakin berat,” pungkasnya.
Peningkatan jumlah kasus ISPA tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis.
Masyarakat diimbau terus memantau kondisi kesehatan dan mengikuti anjuran dari petugas kesehatan untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap Karhutla.***















