Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Mempunyai Misi Mewujudkan kondisi tempat belajar yang kondusif. Melaksanakan Pembelajaran berkarakter.

Selasa, 14 Juli 2026 11:27:26 Wib

Pelatihan Tata Laksana Malaria Bagi Tenaga Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

BENGKALIS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis menggelar Kegiatan Pelatihan Tata Laksana Malaria Bagi Tenaga Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan berlangsung 13-19 Juli 2026 tersebut diikuti puluhan utusan dari tenaga medis di fasilitas kesehatan di Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan pelatihan ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau Zulkifli, S.Kep, M.H di Pekanbaru.

Dalam sambutannya Kadis Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, S.Kep, M.H, mengatakan, tujuan Program Pengendalian Malaria di Indonesia adalah mewujudkan eliminasi malaria secara bertahap hingga Indonesia bebas malaria pada tahun 2030.

Menurutnya, terdapat sejumlah kebijakan utama dalam pengendalian malaria, yakni diagnosis dini, pengobatan yang cepat dan tepat, surveilans, serta pengendalian vektor. Seluruh upaya tersebut bertujuan memutus mata rantai penularan penyakit malaria.

"Kualitas pelayanan malaria mulai dari penegakan diagnosis hingga pemberian pengobatan kepada pasien yang terkonfirmasi sangat bergantung pada kompetensi dan kinerja tenaga medis serta tenaga kesehatan di setiap jenjang fasilitas pelayanan kesehatan," ujar Zulkifli.

Ia menambahkan, penguatan layanan penatalaksanaan malaria yang berkualitas dilakukan melalui pengembangan jejaring tatalaksana serta bimbingan teknis secara rutin di tingkat kabupaten.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ermanto, S.K.M, M.K.M diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P), Irawadi, S.K.M, M.P.H mengatakan, pelatihan tata laksana malaria ini merupakan bentuk penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan agar semakin siap mendukung pengendalian dan eliminasi malaria.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mulai dari deteksi dini, diagnosis, pengobatan hingga penatalaksanaan kasus sesuai standar dan pedoman yang berlaku.

"Malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga medis menjadi langkah penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas kepada masyarakat," katanya.

Irawadi juga berharap para peserta setelah mengikuti pelatihan ini, mampu menjadi agen perubahan di wilayah kerjanya masing-masing serta berkontribusi menjaga Kabupaten Bengkalis tetap bebas dari penularan malaria lokal melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berbasis standar.

Berdasarkan data sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 17 kasus malaria di Kabupaten Bengkalis. Kasus terbanyak ditemukan di UPT Puskesmas Batu Panjang sebanyak sembilan kasus, disusul RSUD Mandau dua kasus. Sementara masing-masing satu kasus tercatat di Puskesmas Tanjung Medang, Bengkalis, Teluk Lecah, Pematang Pudu, Balai Makam, dan Sebangar.

Sementara itu, pada periode Januari hingga Juni 2026 hanya ditemukan dua kasus malaria yang berasal dari wilayah kerja Puskesmas Duri Kota. Seluruh kasus tersebut merupakan kasus impor, yakni penderita yang terinfeksi di luar wilayah Kabupaten Bengkalis sehingga tidak berasal dari penularan lokal.

Irawadi menegaskan kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi, mendiagnosis, dan menangani kasus malaria harus terus diperkuat agar tidak terjadi penularan lokal.

"Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di wilayah kerjanya masing-masing serta berkontribusi menjaga Kabupaten Bengkalis tetap bebas dari penularan malaria lokal melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berbasis standar," ujarnya.

Disela-sela kegiatan, turut diserahkan penghargaan kepada tiga UPT Puskesmas atas kinerja terbaiknya dalam penanganan kasus malaria. Yakni, Puskesmas Duri Kota, Puskesmas Tanjung Medang, dan Puskesmas Batu Panjang.***
Publikasi

Berita Lainnya