Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Mempunyai Misi Mewujudkan kondisi tempat belajar yang kondusif. Melaksanakan Pembelajaran berkarakter.

Rabu, 08 Juli 2026 15:07:43 Wib

Tim Kemenkes Monev di Puskesmas Pambang dan Pematang Duku, Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting di Bengkalis

BENGKALIS – Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) di UPT Puskesmas Pambang dan UPT Puskesmas Pematang Duku, Selasa (7/7/26).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kualitas pelayanan kesehatan primer sekaligus mempercepat upaya pencegahan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

Kunjungan tim didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto, SKM, MKM, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Paulina, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Yessica Vebrina, SKM, MKM dan jajaran. Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan pelayanan Posyandu Lembayung di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Teluk Pambang.

Tim melihat secara langsung pelaksanaan layanan kesehatan ibu dan anak, penimbangan balita, pemantauan tumbuh kembang, serta berbagai pelayanan kesehatan dasar yang diberikan kepada masyarakat.

Usai meninjau Posyandu, rombongan melanjutkan kegiatan dengan menggelar pertemuan advokasi pendampingan di Puskesmas Pambang dan Puskesmas Pematang Duku. Pertemuan tersebut menjadi wadah diskusi antara Kemenkes RI, Dinas Kesehatan, dan jajaran Puskesmas dalam menyusun strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto mengatakan, momentum tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat sinergi antarfasilitas pelayanan kesehatan.

"Momentum ini menjadi ajang diskusi bagi Puskesmas. Silakan menyampaikan berbagai hal yang perlu didiskusikan agar dapat berkolaborasi. Mudah-mudahan target yang telah ditetapkan dapat tercapai. Kami berharap Puskesmas dapat saling berdiskusi dan terus melahirkan inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Ermanto.

Sementara itu, Administrator Kesehatan Ahli Pertama Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, Nurul Hudati, menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan ke depan akan diintegrasikan dengan program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa Poltekkes.

Menurutnya, Poltekkes memiliki potensi besar melalui berbagai program studi seperti gizi, kebidanan, dan keperawatan yang dapat berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat.

"Harapannya, mahasiswa dari berbagai program studi tersebut dapat ikut terlibat dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian, sehingga mampu mendukung peningkatan cakupan layanan kesehatan di Puskesmas, khususnya di Kabupaten Bengkalis," kata Nurul.

Ia menambahkan, fokus utama program tersebut adalah memperkuat upaya pencegahan stunting dengan memastikan balita, ibu hamil, remaja putri, serta kelompok yang mengalami masalah gizi dapat teridentifikasi sejak dini dan memperoleh intervensi sesuai standar pelayanan kesehatan.

Program itu juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dalam menurunkan prevalensi stunting secara nasional.

"Walaupun kegiatannya dilakukan dalam skala kabupaten, langkah-langkah kecil seperti ini akan menjadi pondasi yang kuat, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada sasaran, mulai dari balita, ibu hamil hingga remaja putri," tutup Nurul.***
Publikasi

Berita Lainnya