Pembinaan dan Pemetaan Sarana Kesehatan untuk Perkuat Layanan Masyarakat
BENGKALIS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis menggelar Pertemuan Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan di Puskesmas, Pustu dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten Bengkalis Tahun 2026.Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut resmi dibuka Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, Ermanto, SKM, MKM diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Yessica Vebrina, SKM, MKM, Rabu (26/8/26).
Pertemuan ini diikuti sebanyak 25 peserta, terdiri dari 20 utusan Puskesmas di Kabupaten Bengkalis, empat peserta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, serta satu peserta dari Labkesmas.
Dalam arahannya, Yessica Vebrina menyampaikan bahwa ketersediaan sarana, prasarana dan alat kesehatan (SPA) yang aman, sesuai standar dan siap pakai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan yang optimal, merata dan berkualitas.
Menurutnya, penguatan tata kelola sarana kesehatan perlu terus dilakukan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat memberikan pelayanan sesuai dengan jenis dan tingkatannya.
“Dalam upaya memperkuat tata kelola serta menyukseskan transformasi pelayanan kesehatan yang optimal, merata dan sesuai standar, dibutuhkan sarana, prasarana dan alat kesehatan yang aman dan siap pakai di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Yessica menjelaskan, Aplikasi Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK) yang berbasis web memiliki peran penting dalam menghimpun data dan menyajikan informasi mengenai kondisi sarana, prasarana dan alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain mendukung proses inventarisasi dan pemetaan SPA, aplikasi tersebut juga menjadi instrumen penting dalam pembinaan, pengawasan serta mendukung proses akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia menegaskan, kualitas data SPA tidak hanya menjadi kebutuhan Pemerintah Daerah, tetapi juga menjadi dasar bagi Pemerintah Pusat dalam menyusun kebijakan, menentukan prioritas pembangunan kesehatan dan mendukung berbagai program transformasi sistem kesehatan nasional.
Pada kesempatan itu, Yessica juga menekankan pentingnya pengelolaan aset daerah secara menyeluruh, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan, penatausahaan, pemanfaatan, pemeliharaan, pengamanan hingga pengawasan. Menurutnya, aset kesehatan yang dikelola dengan baik akan memberikan kontribusi optimal dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, para peserta diharapkan mendapatkan pembinaan dan pendampingan terkait pengelolaan ASPAK, melakukan validasi dan verifikasi data sarana, prasarana dan alat kesehatan, serta membahas berbagai kendala yang dihadapi dalam proses penginputan dan pemutakhiran data.
Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi terkait pengelolaan aset kesehatan serta meningkatkan kualitas pelaporan SPA di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkalis.
Melalui pertemuan tersebut, Dinkes Bengkalis berharap tersedianya data sarana, prasarana dan alat kesehatan yang lebih akurat, valid dan mutakhir sebagai dasar perencanaan pembangunan kesehatan daerah.
Dengan data yang berkualitas dan pengelolaan aset kesehatan yang baik, diharapkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Bengkalis dapat terus ditingkatkan.
Di akhir arahannya, Yessica menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Semoga pertemuan ini dapat memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya.***















