Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Mempunyai Misi Mewujudkan kondisi tempat belajar yang kondusif. Melaksanakan Pembelajaran berkarakter.

Kamis, 22 Oktober 2026 13:38:21 Wib

Kampanye Gerakan Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

BENGKALIS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, makanan bergizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Kampanye Gerakan Cegah Stunting dengan mengusung tema “Anak Sehat, Generasi Hebat, Indonesia Kuat” di Halaman Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Senggoro, Jalan Panglima Minal, Kamis (22/10/26).

Gerakan ini menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam memastikan anak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ermanto, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Yessica Vebrina, SKM, MKM, didampingi Ketua Pelaksana Agustina, SKM, MKM mengatakan, stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan fisik anak akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu panjang.

Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan anak yang memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan teman seusianya. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi perkembangan kecerdasan, daya tahan tubuh, serta kualitas hidup anak pada masa mendatang.

“Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak ibu hamil hingga anak berusia dua tahun, atau dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujarnya

Yessica menjelaskan, ibu hamil perlu menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan, melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, mencukupi waktu istirahat, serta menghindari rokok dan alkohol.

Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan juga sangat dianjurkan untuk memantau kondisi ibu dan perkembangan janin serta mendeteksi kemungkinan gangguan kesehatan sejak dini.

Sementara bagi ibu yang memiliki bayi, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah stunting. Setelah bayi berusia enam bulan, pemberian ASI dilanjutkan hingga usia dua tahun dengan disertai makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, beragam, dan sesuai kebutuhan anak, terutama yang mengandung protein hewani.

Selain pemenuhan gizi, orang tua juga diimbau membawa anak ke Posyandu setiap bulan untuk memantau berat badan, tinggi badan, serta mendeteksi secara dini kemungkinan gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

Yessica menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari orang tua, suami, keluarga, kader kesehatan, Posyandu hingga Puskesmas.

“Anak sehat adalah investasi masa depan bangsa. Mari jadikan rumah sebagai tempat pertama bagi anak untuk tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Mulai dari sekarang, mulai dari rumah, dan mulai dari kita,” ajaknya.

Kampanye tersebut juga mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Senggoro, Arhalifi, berharap seluruh keluarga dapat berperan aktif dalam mencegah stunting melalui pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, penyediaan makanan bergizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu yang tidak hanya mendukung pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Manfaatkan Posyandu karena Posyandu sudah melayani pendidikan kesehatan, pekerjaan umum, keamanan, dan bidang sosial. Dengan mencegah stunting, mari bersama-sama menciptakan generasi emas. Anak yang kita jaga, baik fisik maupun psikisnya merupakan persiapan untuk masa depan,” ungkapnya.

Kegiatan diikuti sedikitnya 100 ibu-ibu dan Balita serta sejumlah ibu hamil turut dihadiri Kepala UPT Puskesmas Bengkalis, dr. Rima Budiarti, serta menghadirkan narasumber dari Puskesmas Bengkalis.

Melalui kampanye ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan komitmen keluarga dan dukungan lingkungan sejak dini demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.***
Publikasi

Berita Lainnya