Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Mempunyai Misi Mewujudkan kondisi tempat belajar yang kondusif. Melaksanakan Pembelajaran berkarakter.

Selasa, 23 Juni 2026 8:09:34 Wib

Target 4.500, Civitas Polbeng Serbu Cek Kesehatan Gratis

BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh civitas akademika mulai Senin (22/6/26) hingga Jumat (26/6/26). Kegiatan yang merupakan tindak lanjut program nasional Kementerian Kesehatan itu ditargetkan diikuti sekitar 4.500 peserta.

Pelaksanaan CKG berlangsung di sejumlah lokasi di lingkungan kampus, yakni Kampus II Jurusan Teknik Perkapalan, Gedung Kuliah Terpadu (GKT) 2, GKT 1, Kampus III Jurusan Kemaritiman di Desa Simpang Ayam, Gedung Jurusan Elektro, Gedung Jurusan Teknik Sipil, serta Gedung Jurusan Teknik Informatika.

Peserta kegiatan meliputi seluruh keluarga besar Polbeng, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan (Tendik), hingga tenaga penunjang seperti petugas keamanan dan kebersihan.

Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Johny Custer, mengatakan program CKG merupakan implementasi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/Menkes/84/2026 tentang Petunjuk Teknis Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat umum dan anak sekolah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Polbeng juga telah menerbitkan Surat Direktur Nomor 3056/PL.31/TU/2026 tertanggal 19 Juni 2026 yang berisi imbauan kepada seluruh civitas akademika untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

"Program ini sangat strategis dalam mempercepat pembangunan kesehatan nasional, mendorong budaya hidup sehat di kalangan sivitas akademika, sekaligus memperluas akses terhadap layanan kesehatan dasar," ujar Johny.

Menurutnya, pelaksanaan CKG juga sejalan dengan upaya mewujudkan kampus sehat. Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan akademik yang produktif dan berkualitas.

"Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh keluarga besar Polbeng semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya dan membiasakan pola hidup sehat," tambahnya.

Pantauan pada hari pertama pelaksanaan di GKT 2 menunjukkan antusiasme peserta cukup tinggi. Proses pemeriksaan berlangsung tertib dan lancar. Untuk mempermudah administrasi, seluruh peserta terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui aplikasi Satu Sehat Mobile (SSM).

Dalam kegiatan ini, peserta menjalani berbagai jenis pemeriksaan kesehatan, meliputi skrining faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti kebiasaan merokok, aktivitas fisik, status gizi, tekanan darah, serta kadar kolesterol. Selain itu dilakukan pula pemeriksaan gula darah, fungsi penglihatan dan pendengaran, kesehatan gigi dan mulut, serta skrining kesehatan jiwa.

Peserta juga mengikuti skrining mandiri untuk tuberkulosis, kanker paru dan kanker usus, hepatitis B, hepatitis C, fibrosis hati, serta pemeriksaan status imunisasi.

Melalui pelaksanaan CKG ini, Politeknik Negeri Bengkalis berharap dapat membangun budaya hidup sehat di lingkungan kampus sekaligus mendukung suksesnya program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

Salah satu mahasiswa, Anitasari, usai melakukan cek kesehatan mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan CKG yang turun langsung ke lapangan. Karena sangat membantu bagi dirinya, karena selama ini jarang melakukan cek kesehatan.

"Kegiatan cek kesehatan ini sangat bagus ya karena turun langsung ke lapangan. Kami kan jarang cek juga sehingga mengetahui kondisi seperti gula darah, tensi dan lainnya," ujarnya penuh semangat bersama teman-temannya.

Mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga Polbeng semester dua ini juga mengaku, bersama teman-temannya melakukan cek kesehatan berupa gula darah, tensi, berat badan, tinggi badan, dan juga gigi.

"Harapannya kami bisa lebih bisa mengontrol kesehatan kedepannya," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto, SKM, MKM, mengajak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah preventif untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sekaligus mencegah risiko penyakit berkembang menjadi lebih serius.

Menurut Ermanto, manfaat utama CKG adalah mendeteksi secara dini ada atau tidaknya penyakit yang diderita seseorang. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, tenaga medis dapat memberikan penanganan secepat mungkin sehingga risiko komplikasi maupun kondisi yang lebih fatal dapat ditekan.

"Manfaat CKG adalah untuk deteksi dini terkait ada atau tidaknya penyakit. Kemudian, dengan penanganan lebih awal kita dapat mengurangi risiko yang lebih fatal," ujar Ermanto.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen penuh menyukseskan pelaksanaan CKG. Seluruh kebutuhan peralatan pemeriksaan telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Riau hingga Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

"Untuk peralatan CKG didukung oleh Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi, dan terlebih lagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam penyediaan seluruh kebutuhan pelaksanaan CKG. Jadi, tidak ada kendala dari sisi sarana dan prasarana," jelasnya.

Ermanto optimistis, dengan dukungan fasilitas yang memadai serta kolaborasi semua pihak, target dan sasaran pelaksanaan Program CKG di Kabupaten Bengkalis dapat tercapai sesuai harapan.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis, karena menjaga kesehatan melalui deteksi dini jauh lebih baik daripada mengobati penyakit setelah kondisinya memburuk.***
Publikasi

Berita Lainnya