Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Mempunyai Misi Mewujudkan kondisi tempat belajar yang kondusif. Melaksanakan Pembelajaran berkarakter.

Selasa,18 Maret 2025 15:01:38 Wib

Meski Turun, Masyarakat Diminta Tetap Waspada Penyakit DBD

BENGKALIS- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis mengalami penurunan signifikan hingga pertengahan Maret 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, tercatat 16 kasus DBD pada Maret ini dari bulan sebelumnya, dengan seluruh pasien telah dinyatakan sembuh.

Meski demikian, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, Ermanto, SKM, MKM melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, SKM, MPH mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah yang masih menunjukkan peningkatan kasus.

"Kasus terbanyak masih terjadi di Kecamatan Bengkalis, namun ada kenaikan di wilayah Pulau Rupat. Kami mengajak masyarakat untuk lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan," ujar Irawadi, Selasa (18/3/25).

Irawadi menjelaskan bahwa nyamuk aedes aegypti, sebagai penyebab utama DBD, lebih sering ditemukan di dalam rumah dan dapat berpindah melalui pakaian, helm, angin, atau kendaraan yang masuk ke rumah terinfeksi. Oleh karena itu, ia menyarankan penggunaan insektisida sederhana seperti Baygon, VAPE, atau HIT untuk membunuh nyamuk sebelum menyebar lebih luas.

"Kami lebih mengutamakan edukasi kepada masyarakat agar memahami pola penyebaran DBD dan cara pencegahan yang efektif. Jika ada kasus, segera lakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan semprotkan insektisida di sekitar rumah pasien. Fogging hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan," jelasnya.

Salah satu tantangan utama dalam pengendalian DBD adalah keterlambatan deteksi. Menurut Irawadi, diagnosis DBD umumnya baru terkonfirmasi pada hari ke-4 atau ke-5 setelah demam, sementara fogging sering kali baru dilakukan pada hari ke-6 atau ke-7, sehingga memungkinkan penyebaran virus lebih luas sebelum tindakan dilakukan.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh Kepala UPT Puskesmas dan pengelola program DBD untuk lebih proaktif dalam pencegahan serta mendorong masyarakat agar berperan aktif dalam mengendalikan kasus di lingkungan masing-masing.

"Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan hingga segera melaporkan jika ada kasus DBD. Dengan sinergi bersama, kita dapat menekan angka DBD lebih jauh lagi," tutupnya.

Dengan kesadaran dan tindakan preventif yang tepat, diharapkan kasus DBD di Kabupaten Bengkalis dapat terus ditekan, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari ancaman penyakit ini.***

Publikasi

Berita Lainnya