Header Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis

Penyusunan Rencana Kontijensi Penanggulangan Kedaruratan Kesmas Terus Digesa

Kamis, 01 Nopember 2018

BENGKALIS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis terus menggesa penyusunan rencana kesiapsiagaan (kontinjensi) penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat (Kesmas).

Bekerja sama dengan Dinkes Provinsi Riau, dilaksanakan pertemuan dengan pihak-pihak yang terlibat penyusunan rencana tersebut dan dibuka oleh bupati diwakili staf ahli di salah satu hotel di Bengkalis. Kegiatan ini berlangsung dari 30-31 Oktober 2018.

Dalam sambutannya Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli, Haholongan mengatakan, pengaruh globalisasi serta semakin cepat dan singkatnya perjalanan lintas dunia untuk perdagangan, wisata, bisnis, dan transportasi barang maka permasalahan kesehatan lokal dapat menjadi perhatian dan masalah dunia.

Selain itu, virulesi penyakit tertentu juga sangat cepat menyebar secara lokal, trans nasional maupun internasional sebagai akibat semakin lancarnya transportasi dunia.

"Bahwa di Kabupaten Bengkalis ini ada dua pintu masuk negara, yaitu Pelabuhan BSSR di Kecamatan Bantan sebagai pelabuhan domestik dan Pelabuhan Sungai Pakning sebagai pelabuhan kargo barang dibawah kendali PT. Pertamina. Hal ini memerlukan perhatian yang serius sebagai upaya cegah dan tangkal masuknya orang dan barang, diikuti pula dengan masuknya penyakit menular ke daerah kita ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu, penting penyusunan rencana kontinjensi ini sebagai upaya antisipatif bersama jika sewaktu-waktu terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Menular yang meluas.

Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, Supardi, S.Sos, MH melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Alwizar, SKM menjelaskan, bahwa kegiatan yang sepenuhnya dibiayai Dinkes Provinsi Riau ini bertujuan agar menghasilkan Dokumen Rencana Kontinjensi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Bengkalis.

Dokumen ini sebagai acuan dan pedoman dalam penanggulangan secara terpadu dan terintegrasi secara lintas sektoral jika sewaktu-waktu terjadi KLB yang diakibatkan oleh Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) seperti, penyakit sars, flu burung, kholera, pes, yellow fever, haemorhagic fever karena virus ebola, cacar, HIV, ebola, mercov, flu arab dan penyakit endemis seperti DBD, diare, malaria, TBC, difteri, rubella.

Dokumen kontinjensi kabupaten ini nanti menjadi plan of action dan memuat antara lain, penetapan masalah kejadian meliputi analisis resiko, pengembangan skenario, apakah kejadian bersifat importasi atau episenter yang diikuti dengan aktifasi rencana kontinjensi atau deaktifasi rencana kontinjensi, kebijakan dan strategi penangulangan KKM, struktur organisasi yang memuat peran dan fungsi bidang, dan perencanaan bidang.

“Semua unsur OPD Kabupaten Bengkalis ini ditambah dengan unsur vertical yang melaksanakan kontinjensi penanggulangan sesuai dengan Tupoksi masing-masing, dilaksanakan secara terpadu," tutup Alwizar.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Sub Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, dr. I Made Yossy., M.Kes dan Pakar Kontinjensi KKM Kemenkes RI Ners. Rosmawati, S.Kep., M.Kes, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Riau, dr. Siska Handayani, M.Kes dan Pakar Surveylans Dinkes Riau, H. M. Yamin.

Acara penyusunan rencana kontinjensi penanggulangan kedaruratan Kesmas Kabupaten Bengkalis ini dihadiri oleh unsur, seperti Kesbangpol, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, RSUD Bengkalis, RSUD Mandau, Camat se-Kabupaten Bengkalis, Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Bengkalis, Kepala Urusan Kesehatan Polres Bengkalis, dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Dumai Pos Bengkalis.***