Header Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis

Pencegahan Kecacingan, 36 Utusan Lintas Sektoral di Bengkalis Ikuti Sosialisalisasi dan Advokasi POPM

Kamis, 29 Maret 2018

BENGKALIS- 36 peserta utusan dari lintas sektoral diantaranya, Dinas Kesehatan (Dinkes), Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, serta petugas medis Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinkes seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis mengikuti kegiatan sosialisasi dan advokasi Pemberian Obat dan Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan, Rabu (28/3/18).

Kegiatan resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis Supardi, S.Sos, MH, akan dilaksanakan 28-29 Maret 2018 di salah satu hotel di Bengkalis. Dengan narasumber yang dihadirkan, dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dan Dinkes Provinsi Riau.

Plt. Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis Supardi, S.Sos, MH, mengatakan, pengendalian dampak dari cacingan sangat penting untuk dilakukan terutama pada anak-anak usia dini hingga sekolah dasar. Karena menimbulkan kekurangan gizi menetap, kekerdilan dan termasuk memperpendek umur. Oleh karena itu, penanggulangannya harus berkesinambungan dan masyarakat yang meningkatkan prilaku hidup bersih di lingkungan masing-masing.

"Ini bukan hanya program Pemkab Bengkalis saja, tetapi nasional dan juga provinsi," ungkap Supardi didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (PP) Penyakit Alwizar, SKM usai membuka sosialisasi kepada sejumlah wartawan.

Supardi juga berharap, setelah melalui proses sosialisasi dan advokasi ditaja Bidang PP Penyakit Dinkes Kabupaten Bengkalis ini, para peserta dapat memberikan obat pencegahan cacingan sesuai dengan cakupan yang ada.

Dibagian lain, Supardi juga mengingatkan kepada seluruh petugas medis yang melayani masyarakat, agar bekerja bersama secara ikhlas. Karena tanpa hal itu menjalankan tugas akan berat terutama bertugas di daerah dengan akses yang sulit.

Pihaknya akan terus berusaha membenahi sarana dan prasarana kesehatan secara bertahap. Memetakan 18 Puskesmas, 60 Poskesdes, 32 Pustu yang ada. Diantaranya, masih banyak kekurangan personel, dan berusaha meminta penambahan personel ke Kemenkes RI.

"Setiap unit harus ada tenaga medisnya, jangan sampai kosong dalam melayani masyarakat dan berangsur kita lalukan penataan medis, unitnya, dan sarana prasarana diupayakan terus dibenahi," paparnya.***