Header Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis

Dinkes Narasumber Kegiatan Penyuluhan dan Bimbingan

Sabtu, 07 Oktober 2017

BENGKALIS– Untuk mewujudkan anak agar menjadi generasi yang berakhlak dan berdaya guna, cerdas dan berakhlak sejak usia dini. Empat instansi “keroyokan” atau bersama-sama melakukan penyuluhan dan bimbingan kepada anak sekaligus guru di gedung TK Pembina Bengkalis, Jumat 6 Oktober 2017. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari penandatangan memorendum of understandi (MoU) tentang PAUD holistik integratif yang dilakukan Dinas pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (PPA) anak dan Kantor Kementerian Agama Bengkalis. Pada kegiatan penyuluhan dan bimbingan, hadir sebagai narasumber Agusilfrimadilis (Dinas Pendidikan), Wasiah (Dinas PPA), Dona (Dinas Kesehatan) dan Abdul Hamid (Kemenag). Berdasarkan rilis yang sampaikan Wasiah dari Dinas PPA, menerangkan kegiatan yang dilaksanakan Jum'at kemarin, sedikit berbeda. Karena sebagian besar audience adalah anak-anak PAUD dan diikuti para guru pendidikan, maka metode sedikit berbeda dan harus menyesuaikan usia anak-anak. Seperti diketahui Paud holistik integratif merupakan PAUD yang mengintegrasikan segala aspek dan nilai-nilai dalam pendidikan seperti nilai moral, etis, religius, psikologis, filosofis, dan sosial dalam kesatuan yang dilakukan secara menyeluruh antara jiwa dan badan serta aspek material dan aspek spiritual untuk memenuhi kebutuhan esensial anak. Pada kesempatan itu, Agusilfrimadilis mengatakan, disebut Paud holistik integratif karena pelayanan yang diberikan tidak hanya dalam satu bidang pendidikan saja, akan tetapi pelayanan yang mencakup kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi, pola pengasuhan dan perlindungan untuk anak. “Kita harapkan pelayanan secara terpadu dapat memenuhi kebutuhan esensial anak, menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia,” ungkap Agus dikutip dari web Diskominfotik Bengkalis. Sementara itu, Dona narasumber dari Dinas Kesehatan, menekankan tentang pentingnya anak melakoni pola hidup bersih dan sehat. Pada Dona mengajak anak-anak Paud mempraktekan 5 langkah cuci tangan dan mengkonsumsi makanan yang seimbang yang berdampak dengan tumbuh kembang anak. Kemudian, Wasiah dari Dinas PPA menerangkan pola asuh anak yang benar dengan mengedepankan kepentingan/kebutuhan anak sesuai dengan tingkat usianya. Anak-anak PAUD merupakan masa-masa keemasan bagi anak dan sangat menentukan keberhasilan anak masa yang sebagai generasi penerus bangsa. Pada kesempatan Wasiah berharap agar orang tua dan guru benar-benar memahami tentang keinginan/kebutuhan anak sehingga anak bisa merasa lebih nyaman di rumah sendiri tempat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kemudian, Abdul Hamid dari Kemenag mengatakan akhlakul karimah merupakan harga mati untuk diterapkan di tengah-tengah keluarga. Anaka-anak sejak usia dini, harus memiliki kepandaian untuk mensyukuri apa yang telah diperoleh sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia.***